Sejarah Keutumbu



Berdasarkan data dan catatan historiografi mengenai wilayah Pidie pada era Kesultanan Aceh Darussalam, berikut adalah rekonstruksi sejarah Gampong Keutumbu (Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie) berdasarkan bukti arkeologis dan artefak yang ada:

?1. Era Kesultanan Aceh Darussalam (Abad ke-16 – 18 M)

?Gampong Keutumbu merupakan salah satu kawasan permukiman tua di wilayah Pidie (Pedir). Wilayah ini berkembang pada masa kejayaan Kesultanan Aceh Darussalam, di mana Pidie berfungsi sebagai pusat komoditas lada, ketahanan pangan ( lumbung beras), serta pusat pendidikan keagamaan.

?Bukti paling otentik dari keberadaan Gampong Keutumbu pada era ini adalah keberadaan situs makam-makam kuno dengan batu nisan khas Aceh (Aceh Gravestones/Batu Aceh). Salah satu bentuk nisan unik yang ditemukan di wilayah ini memilik tipologi Sarbusy (tipe nisan yang menyerupai mahkota/tutup kepala pejabat atau ulama) serta motif mahkota berundak bertuliskan kaligrafi Arab/Jawi.

?Berdasarkan artefak batu nisan tersebut, tokoh-tokoh yang dimakamkan di Gampong Keutumbu diperkirakan meliputi:

  • ?Ulama/Tengku: Pemimpin spiritual dan pengajar ilmu keagamaan/sufisme di Meunasah atau Dayah kuno kawasan tersebut.
  • ?Hulu Balang/Ulee Balang atau Bangsawan Kerajaan: Pejabat lokal yang mengurus tata kelola wilayah (sagai) dan jalur lalu lintas perdagangan darat/sungai pada zaman sultan.

?2. Struktur Kemukiman dan Sistem Adat Kuno

?Sejak era Kesultanan hingga masa kolonial Belanda, Gampong Keutumbu terikat dalam sistem Kemukiman Sanggeue (salah satu mukim bersejarah di Pidie).

?Tatanan pemerintahan gampong dijalankan berdasarkan kombinasi tatanan syariat dan adat Reusam Gampong:

  • ?Keuchik: Memimpin pemerintahan dan kemasyarakatan.
  • ?Imum Meunasah: Memimpin aspek spiritual, ibadah, dan hukum keluarga.
  • ?Tuha Peuet: Para tetua adat yang memberikan nasihat dan pertimbangan hukum gampong.

?Meunasah Gampong Keutumbu sejak dulu bukan sekadar tempat ibadah, melainkan pusat peradaban lokal tempat musyawarah, pendidikan al-Qur\'an anak-anak, dan penampungan musafir.

?3. Masa Perjuangan dan Kolonial

?Pada masa Perang Aceh melawan Belanda (akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20), wilayah pemukiman di Kecamatan Pidie, termasuk Keutumbu, menjadi kawasan basis pendukung logistik dan gerilya para pejuang benteng Sanggeue dan sekitarnya. Karakteristik masyarakat yang agraris menjadikan gampong ini sebagai penyuplai bahan pangan bagi pejuang di pedalaman.

?4. Masa Era Modern dan Otonomi

?Pasca-kemerdekaan RI dan pemberlakuan Otonomi Khusus di Aceh melalui Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA):

  • ?Gampong Keutumbu secara resmi diakui sebagai unit kesatuan masyarakat hukum adat di bawah Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie.
  • ?Tata kelola pemerintahan gampong diperkuat melalui pembentukan Tuha Peuet Gampong (TPG) dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Gampong (LPMG) untuk mengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Gampong (APBG) serta melestarikan situs warisan cagar budaya nisan kuno yang ada di gampong tersebut.




Keutumbu

Alamat
Jl. sanggeu-Grong-grong Gampong Keutumbu
Phone
Telp. 085362911662
Email
gampong [email protected]
Website
keutumbu.sigapaceh.id

Kontak Kami

Silahkan Kirim Tanggapan Anda Mengenai Website ini atau Sistem Kami Saat Ini.

Total Pengunjung

29.644